Warga di sebuah desa di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan seorang lansia yang ditemukan tewas dengan luka-luka mengerikan yang diduga akibat serangan buaya. Korban yang diketahui bernama Nenek Fatimah (70 tahun) ditemukan tewas di tepi sungai yang berada tidak jauh dari kediamannya pada Minggu pagi, 11 Mei 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Penemuan jasad korban sontak membuat warga sekitar panik dan berduka.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, sebelum ditemukan tewas, Nenek Fatimah diketahui pergi ke sungai untuk mencuci pakaian seperti kebiasaannya sehari-hari. Namun, hingga pagi hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga dan warga sekitar kemudian melakukan pencarian di sekitar sungai dan akhirnya menemukan ditemukan tewas di tepi sungai dengan luka gigitan yang sangat jelas di beberapa bagian tubuhnya. Warga menduga kuat bahwa Nenek Fatimah menjadi korban serangan buaya yang memang sering terlihat di sungai tersebut.
Kapolres Kayong Utara, AKBP Aryo Genot Mase, melalui Kasat Reskrim AKP Joni Indra Jaya, membenarkan adanya penemuan seorang lansia yang ditemukan tewas dengan luka-luka yang diduga akibat serangan binatang buas. “Kami telah menerima laporan terkait penemuan jenazah seorang wanita lanjut usia di tepi sungai. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, terdapat luka gigitan yang mengindikasikan korban diserang oleh buaya,” ujar AKP Joni Indra Jaya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon siang ini. Pihaknya menambahkan bahwa tim Inafis Polres Kayong Utara telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan jenazah korban telah dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat untuk melakukan penanganan lebih lanjut terkait keberadaan buaya di sungai tersebut. Mengingat seringnya kemunculan buaya dan adanya korban jiwa, BKSDA diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihak kepolisian mengimbau kepada warga sekitar sungai untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di tepi sungai seorang diri, terutama pada pagi dan sore hari yang merupakan waktu aktif buaya mencari makan. Tragedi ditemukan tewasnya Nenek Fatimah ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Kalimantan Barat.