Proses identifikasi korban kecelakaan laut akibat terbaliknya kapal penyeberangan terus dilakukan secara cermat oleh ahli kepolisian. Validasi data penumpang dan pencocokan data medis korban insiden KMP Virgo Transport 8 menjadi fokus utama tim DVI (Disaster Victim Identification). Kerja keras tim ahli fokus untuk memastikan setiap korban yang ditemukan dapat teridentifikasi secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.
Tim spesialis forensic bekerja mengumpulkan dokumen ante-mortem dari pihak keluarga terdekat yang datang melapor ke posko informasi. Petugas lapangan memproses validasi data manifes penumpang KMP Virgo Transport 8 untuk membandingkan informasi resmi pelayaran dengan laporan kehilangan dari masyarakat. Pencocokan sampel DNA, rekam medis gigi, serta ciri-ciri fisik khusus menjadi sarana ilmiah utama dalam menentukan identitas korban.
Kendala perbedaan antara manifes resmi pelayaran dan jumlah penumpang riil di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Oleh sebab itu, tim pembantu terus membuka jalur komunikasi langsung dengan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga. Pendataan ulang secara rinci dilakukan agar tidak ada kekeliruan data dalam proses verifikasi akhir status penumpang.
Suasana haru menyelimuti posko pendataan saat pihak keluarga memberikan dokumen pendukung serta sampel biologis bagi petugas forensic. Tim psikologi kepolisian turut mendampingi para keluarga korban guna memberikan penguatan emosional selama proses pencocokan data berlangsung. Keterbukaan informasi dan pelayanan humanis menjadi prioritas tim dalam melayani warga yang sedang berduka.
Penggunaan teknologi pemindaian serta laboratorium forensik modern mempercepat proses analisis sampel jaringan dan data medis korban. Akurasi data tetap diprioritaskan di atas kecepatan waktu agar hasil identifikasi tidak menimbulkan ketidakpastian hukum maupun emosional di kemudian hari. Setiap perkembangan temuan identitas diumumkan secara bertahap kepada publik setelah terverifikasi sah.
Dedikasi tim DVI dalam mengidentifikasi para korban musibah kapal merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para korban serta keluarga. Kepastian informasi menjadi hal yang sangat mendesak bagi sanak saudara yang menantikan kabar kejelasan anggota keluarga mereka. Kerja profesional tim ahli diharapkan membawa kepastian hukum dan kejelasan bagi seluruh pihak terdampak insiden.