Kalimantan Barat, dengan keanekaragaman etnisnya, memiliki salah satu warisan arsitektur yang paling menakjubkan dan monumental, yaitu Rumah Radakng. Bangunan ini adalah replika dari rumah panjang tradisional Suku Dayak Kanayatn dan merupakan rumah adat terpanjang yang ada di Indonesia. Rumah Radakng di Pontianak ini didirikan sebagai pusat kegiatan budaya dan etalase kearifan lokal Dayak. Saat mata memandang panjangnya struktur kayu ulin ini, kita tidak hanya melihat sebuah bangunan, tetapi juga Mengagumi Rumah Adat yang merepresentasikan nilai-nilai komunal, filosofi hidup, dan kekayaan seni ukir Suku Dayak. Keberadaan Rumah Radakng menjadi penanda penting bahwa budaya leluhur Dayak terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi kota.
Struktur Rumah Radakng ini sangat mengesankan, dengan panjang mencapai lebih dari 138 meter dan tinggi sekitar 7 meter. Material utamanya adalah kayu ulin atau kayu besi, yang terkenal karena kekuatannya dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem. Arsitektur rumah ini didesain panggung, yang secara filosofis bertujuan untuk menghindari serangan binatang buas dan banjir, sekaligus memisahkan antara dunia manusia (lantai atas) dan dunia roh atau binatang (kolong rumah). Secara tradisional, satu Rumah Radakng dapat dihuni oleh puluhan kepala keluarga, mencerminkan sistem sosial Dayak yang sangat mengedepankan kebersamaan dan kekerabatan.
Di dalam Rumah Radakng, kita akan menemukan ruang Pante atau serambi komunal yang luas, yang berfungsi sebagai tempat musyawarah adat, upacara, dan penyambutan tamu. Bagian ini dipenuhi dengan ukiran-ukiran khas Dayak yang didominasi motif flora dan fauna, seperti burung Enggang dan sulur tanaman, yang masing-masing ukiran memiliki makna spiritual mendalam. Untuk mendukung fungsinya sebagai pusat budaya, Mengagumi Rumah Adat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (berdasarkan data per 22 Maret 2024) secara rutin menjadwalkan pertunjukan seni tari tradisional Dayak dan workshop kerajinan tangan, seperti pembuatan manik-manik dan ukiran, setiap bulan di area Pante.
Selain menjadi pusat atraksi wisata, Rumah Radakng adalah panggung utama untuk Festival Budaya Borneo (FBB). Festival yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli ini menarik ribuan peserta dari berbagai sub-suku Dayak di Kalimantan. Pihak pengelola bersama tim Dinas Kebudayaan setempat mencatat bahwa FBB 2024 berhasil menampilkan 35 jenis tarian adat dan 12 jenis ritual suku yang berbeda. Pada acara puncak FBB tersebut, Mengagumi Rumah Adat ini menjadi semakin khidmat ketika ritual adat seperti “Naik Dango” (syukuran panen) dipimpin oleh Tetua Adat Kanayatn di halaman depan rumah, disaksikan langsung oleh para pengunjung.
Keberadaan Rumah Radakng bukan sekadar representasi fisik; ia adalah konservasi nilai. Ini merupakan upaya nyata Suku Dayak untuk melestarikan tradisi mereka dan memperkenalkannya kepada dunia. Seluruh struktur, mulai dari tangga Tangga Arung hingga ornamen di atap, menceritakan sebuah peradaban yang unik. Rumah Radakng terbuka untuk umum setiap hari, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Bagi pengunjung, kesempatan Mengagumi Rumah Adat yang sarat sejarah ini menjadi pengalaman tak terlupakan dalam menelusuri akar budaya Kalimantan.