Berita

Ribuan Rumah Terendam Air: Bencana Banjir Landa Kalimantan Selatan

Musim penghujan kerap membawa tantangan, dan kali ini, Kalimantan Selatan kembali diterjang bencana banjir yang menyebabkan ribuan rumah terendam air. Kondisi ini memaksa ribuan warga mengungsi dan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Bencana alam ini bukan hanya menguji kesiapsiagaan pemerintah daerah, tetapi juga solidaritas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan ini terjadi akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut, diperparah dengan meluapnya beberapa sungai utama. Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan per Jumat, 14 Juni 2024, menyebutkan setidaknya 15.000 jiwa terdampak dan lebih dari ribuan rumah terendam di tujuh kabupaten/kota, termasuk Banjarbaru, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Tengah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter di beberapa titik terparah, menyebabkan akses jalan terputus dan fasilitas umum lumpuh.

Respons cepat dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak dan mendistribusikan bantuan. Posko-posko pengungsian telah didirikan di lokasi-lokasi aman seperti gedung sekolah dan balai desa, lengkap dengan dapur umum dan fasilitas kesehatan darurat. Kapolres Banjarbaru, AKBP Andi Wijaya, pada Senin, 17 Juni 2024, memastikan pengerahan personel untuk membantu evakuasi dan pengamanan aset warga yang ditinggalkan.

Selain menyediakan kebutuhan dasar, fokus juga diberikan pada upaya pemulihan pascabencana. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang menyusun rencana aksi jangka pendek dan panjang, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak dan normalisasi sungai untuk mencegah terulangnya ribuan rumah terendam di kemudian hari. Edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana juga terus digalakkan. Kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya telah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya sistem peringatan dini yang efektif.

Bencana banjir yang menyebabkan ribuan rumah terendam di Kalimantan Selatan ini adalah pengingat betapa rentannya wilayah kita terhadap dampak perubahan iklim. Solidaritas dan kerja sama semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, menjadi kunci utama dalam menghadapi dan bangkit dari cobaan ini.