Kisah dramatis penyelamatan Kapten M. Yusuf, pilot pesawat kargo Smart Air yang jatuh di wilayah hutan berbukit Nunukan, Kalimantan Utara, pada Maret 2024, menyentuh hati banyak pihak. Setelah tiga hari bertahan hidup di tengah belantara, M. Yusuf akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI Kusworo, mengungkapkan momen mengharukan saat Pilot Smart Air itu ditemukan: ia menangis saat ditemukan, sebuah tangisan haru bercampur lega setelah melewati cobaan berat.
Pesawat Pilatus Smart Air PK-SNE hilang kontak pada Jumat, 8 Maret 2024, setelah lepas landas dari Tarakan menuju Binuang. Kecelakaan ini memicu operasi pencarian besar-besaran melibatkan berbagai unsur. Tim SAR bekerja tanpa lelah, menembus medan sulit di tengah hutan lebat, berharap menemukan kru pesawat dalam kondisi selamat.
Pada Minggu, 10 Maret 2024, tim SAR berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Pilot M. Yusuf ditemukan dalam kondisi selamat, meskipun mengalami luka di bagian kepala dan tampak lemah. Sayangnya, teknisi pesawat, Deni S, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan.
Momen pertemuan dengan tim penyelamat menjadi titik klimaks dari perjuangan M. Yusuf untuk bertahan hidup. Menurut Kepala Basarnas, tangisan yang keluar dari pilot muda itu adalah ekspresi terharu dan syukur yang mendalam karena berhasil ditemukan. Ia sempat sesenggukan saat tim SAR mengajaknya berkomunikasi dan memberikan makanan serta minuman, menandakan betapa beratnya tekanan yang dialami selama insiden.
M. Yusuf sendiri sempat berupaya melempar kode SOS dan membuat tanda berupa kepulan asap, yang menjadi acuan penting bagi tim SAR dalam menemukan lokasinya. Tindakan heroik ini menunjukkan ketahanan mental dan kecerdikannya dalam situasi kritis, yang pada akhirnya berperan besar dalam menyelamatkan nyawanya dari maut.
Proses evakuasi M. Yusuf dilakukan dengan helikopter, membawanya ke Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis. Meskipun kondisi fisiknya stabil dan tidak mengalami patah tulang serius, ia sempat dirawat di ruang ICU untuk memulihkan diri. Kisah perjuangannya menjadi inspirasi tentang harapan dan kekuatan manusia di tengah bencana.