Penanganan kebakaran lahan gambut memerlukan strategi khusus karena bara api sering kali tersembunyi jauh di bawah permukaan tanah yang kering. Metode pemadaman darat dengan teknik deep soaking menjadi langkah paling efektif untuk menyuntikkan air hingga ke lapisan dalam guna mematikan titik panas. Operasi lapangan ini berfokus pada penyiraman secara masif dan mendalam agar kabut asap tebal tidak terus menerus membumbung dan mencemari kualitas udara kawasan sekitar.
Petugas gabungan di lapangan bergerak menyisir area terdampak dengan membawa perlengkapan pompa bertekanan tinggi serta pipa penusuk gambut khusus. Melalui teknik pemadaman darat ini, air disalurkan langsung menuju pusat bara tanah tanpa melimpas begitu saja di permukaan luar. Penggenangan secara menyeluruh pada rongga-rongga tanah organik menjadi kunci utama untuk memutus rantai pembakaran bawah tanah yang sulit dideteksi hanya dengan pengamatan visual dari udara.
Kerja keras tim pemadam membutuhkan ketelitian tinggi serta pengukuran kelembapan tanah secara berkala di lokasi terdampak kebakaran. Petugas di lapangan rutin mengukur kadar air guna memastikan bahwa seluruh lapisan organik telah mencapai tingkat kejenuhan air yang aman dari risiko penyalaan ulang. Pengawasan intensif ini dilakukan selama beberapa hari setelah penyiraman masif selesai guna menjamin tidak ada lagi kantong api yang tersisa di dalam tanah.
Tantangan utama dalam operasi ini adalah ketersediaan sumber air yang terkadang jauh dari lokasi titik api utama. Petugas terpaksa membuat parit penyekat atau memanfaatkan ceruk air alami guna menyuplai kebutuhan air pompa pemadam secara berkesinambungan. Kerja sama antar anggota tim dalam merangkai selang panjang dan mengoperasikan mesin pompa sangat menentukan kecepatan pembasahan lahan gambut yang luas dan mengering akibat kemarau panjang.
Keberhasilan penanganan kebakaran bawah tanah ini memberikan dampak langsung terhadap penurunan ketebalan asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga. Area pemukiman terdekat kini mulai terbebas dari bahaya ISPA seiring menurunnya tingkat konsentrasi debu asap di udara terbuka. Langkah pembasahan mendalam ini terbukti jauh lebih efektif dibandingkan penyiraman permukaan yang hanya memadamkan api luar tanpa menyentuh sumber masalah utama.
Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh elemen pemadam kebakaran terus ditingkatkan menghadapi potensi risiko musim kemarau mendatang. Pelatihan penggunaan alat deep soaking dan pemeliharaan mesin pompa secara rutin menjadi agenda penting tim Manggala Agni dan sukarelawan lokal. Melalui penanganan teknik basah yang tepat, bahaya kebakaran lahan gambut terbukti dapat dikendalikan secara lebih cepat, terukur, dan permanen.