Di tengah kekayaan kuliner Nusantara, terdapat sebuah hidangan khas yang menggabungkan cita rasa gurih, pedas, dan aroma bakaran yang menggoda: Pengkang. Hidangan ini seringkali disamakan dengan lemper, karena menggunakan beras ketan sebagai bahan dasar. Namun, Kuliner Pedas Pengkang memiliki karakteristik unik yang membedakannya, terutama pada isiannya yang didominasi oleh udang ebi (udang kering) yang dimasak pedas, dan proses akhirnya yang melibatkan pembakaran di atas bara api. Makanan tradisional dari wilayah Kalimantan Barat ini menawarkan pengalaman rasa yang kompleks dan menjadi favorit bagi mereka yang menyukai tekstur lembut ketan yang berpadu dengan isian yang renyah dan berempah.
Kuliner Pedas Pengkang dibuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan hingga matang dan lengket. Ketan yang sudah matang kemudian dibentuk menjadi segitiga atau persegi panjang. Isiannya, yang merupakan kunci cita rasa, terdiri dari udang ebi yang ditumis dengan bumbu pedas, termasuk cabai, bawang merah, bawang putih, dan sedikit gula merah untuk menyeimbangkan rasa. Setelah isian dimasukkan ke dalam ketan, adonan tersebut dibungkus rapat dengan daun pisang yang sebelumnya sudah dilayukan sedikit untuk menambah aroma. Daun pisang berfungsi tidak hanya sebagai pembungkus tetapi juga sebagai penambah aroma harum saat proses pembakaran.
Proses pembakaran adalah tahapan vital yang memberikan identitas pada Kuliner Pedas Pengkang. Bungkusan daun pisang tersebut dijepit menggunakan penjepit bambu, kemudian dibakar langsung di atas bara api arang. Proses pembakaran ini tidak hanya mematangkan kulit luar daun pisang hingga gosong kehitaman, tetapi juga memungkinkan aroma khas daun pisang dan smoky dari arang meresap ke dalam ketan dan isian udang ebi. Pembakaran biasanya memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, tergantung pada intensitas bara api.
Pengkang biasanya disajikan hangat, langsung setelah proses pembakaran selesai. Aroma bakaran yang kuat berpadu dengan rasa gurih ketan, pedasnya cabai, dan rasa khas seafood dari ebi. Meskipun Pengkang adalah hidangan Kalimantan Barat, popularitasnya telah meluas hingga ke daerah lain di Indonesia. Rumah makan yang menyajikan hidangan ini sering membuka lapak mereka menjelang sore hari, mulai pukul 16.30 WIB, menjadikannya camilan sore yang mengenyangkan atau hidangan pembuka yang berkesan bagi pencinta kuliner pedas.