Kehamilan adalah periode krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, namun juga merupakan masa di mana ibu dan calon bayi menjadi sangat rentan terhadap berbagai risiko kesehatan. Salah satu ancaman terbesar adalah “Penyakit Tular pada Kehamilan”, yang tidak hanya membahayakan kesehatan ibu, tetapi juga dapat memiliki dampak fatal atau menyebabkan kecacatan permanen pada janin. Di Kalimantan Barat, dengan karakteristik geografis dan sosialnya, upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat vital untuk melindungi kesehatan ibu dan anak.
Infeksi selama kehamilan dapat ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta (infeksi kongenital), selama proses persalinan (infeksi perinatal), atau melalui ASI setelah lahir. Dampak penyakit menular pada janin sangat bervariasi, tergantung pada jenis infeksi, usia kehamilan saat terinfeksi, dan kondisi kesehatan ibu. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi keguguran, kelahiran prematur, bayi lahir mati, atau berbagai kelainan kongenital (cacat bawaan) pada bayi.
Beberapa jenis penyakit tular yang paling berbahaya bagi kehamilan dan janin termasuk dalam kategori TORCH (Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simpleks, dan infeksi lain seperti HIV, Sifilis).
- Rubella (Campak Jerman): Infeksi Rubella pada trimester pertama kehamilan sangat berbahaya, dapat menyebabkan Sindrom Rubella Kongenital (CRS) yang mengakibatkan bayi lahir tuli, buta, kerusakan jantung, atau retardasi mental.
- Toksoplasmosis: Disebabkan oleh parasit dari kotoran kucing atau daging mentah, infeksi ini bisa menyebabkan hidrosefalus, mikrosefalus, masalah penglihatan, atau keterlambatan perkembangan pada bayi.
- Cytomegalovirus (CMV): Sering tanpa gejala pada ibu, tetapi dapat menyebabkan gangguan pendengaran, epilepsi, atau gangguan intelektual pada janin.
- Sifilis dan HIV: Infeksi menular seksual ini dapat ditularkan dari ibu ke bayi dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk kelahiran prematur, cacat lahir, atau kematian. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat terus mengedukasi tentang pentingnya tes HIV pada ibu hamil sebagai bagian dari pencegahan penularan dari ibu ke anak.
Di Kalimantan Barat, upaya untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) terus dilakukan. Angka Kematian Ibu di Kalbar pada sensus penduduk 2020 masih cukup tinggi, yaitu 246/100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi sebesar 17,47/1000 kelahiran hidup. Infeksi merupakan salah satu penyebab kematian ibu, menunjukkan relevansi isu ini.