Pasca insiden yang terjadi di lingkungan Polres Tarakan, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya langsung turun tangan memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayah Kalimantan Utara melalui kunjungan langsung ke markas Polres Tarakan. Langkah cepat dan responsif ini diambil sebagai bentuk komitmen pimpinan Polri dalam menanggapi secara serius setiap permasalahan yang mencoreng citra institusi, serta demi menjaga stabilitas keamanan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, khususnya di Polres Tarakan yang menjadi fokus perhatian.
Arahan tegas Kapolda Kaltara ini secara rinci meliputi peningkatan kewaspadaan di seluruh satuan kerja, pengamanan internal yang diperketat dengan pemeriksaan rutin dan pengawasan melekat, serta penegakan disiplin yang lebih keras dan transparan bagi seluruh anggota tanpa terkecuali.
Beliau menekankan kembali pentingnya profesionalisme, etika kepolisian, dan pelayanan humanis dalam menjalankan tugas, serta mengingatkan personel agar tidak arogan, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang, dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat merusak citra Polri di mata masyarakat. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan pembinaan mental anggota juga akan segera dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain arahan tegas kepada internal kepolisian, Kapolda Kaltara dengan didampingi pejabat utama Polda juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Kalimantan Utara atas insiden di Polres Tarakan yang mungkin telah menimbulkan keresahan, kekecewaan, dan bahkan trauma. Beliau berkomitmen untuk menindak tegas siapapun anggota yang terbukti melanggar aturan, kode etik profesi, dan bahkan melakukan tindak pidana sesuai dengan hukum yang berlaku.
Masyarakat Kaltara diharapkan dapat terus memberikan dukungan yang konstruktif dan bersabar kepada pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban. Arahan tegas Kapolda Kaltara pasca insiden di Polres Tarakan ini menjadi momentum penting untuk pembenahan internal yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, dan perbaikan citra kepolisian secara keseluruhan di wilayah Kalimantan Utara.
Sinergi yang kuat dan komunikasi yang efektif antara polisi dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di seluruh wilayah Kalimantan Utara, sehingga masyarakat dapat merasa aman, nyaman, dan percaya terhadap institusi kepolisian.