Berita

Kalender Unik Ethiopia: Mengapa Tahun di Sana Selalu Tertinggal dari Kalender Masehi

Di dunia yang sebagian besar menggunakan kalender Masehi, Ethiopia memiliki sistem penanggalan sendiri. Kalender Unik Ethiopia memiliki 13 bulan, dan saat ini, tahun di sana tertinggal sekitar 7 hingga 8 tahun dari kalender internasional.

Perbedaan utama terletak pada perhitungan tahun kelahiran Yesus Kristus. Kalender Masehi menggunakan perhitungan dari abad ke-6 oleh Dionysius Exiguus. Sementara itu, Ethiopia mengadopsi perhitungan yang berbeda, menyebabkan selisih waktu tersebut.

Sistem 13 bulan ini juga memiliki keunikan tersendiri. Dua belas bulan pertama memiliki 30 hari, sedangkan bulan ke-13 yang disebut Pagumen, memiliki 5 atau 6 hari. Bulan ini berfungsi sebagai bulan kabisat, menyesuaikan tahun dengan siklus matahari.

Kalender Unik Ethiopia ini berakar pada kalender Julian kuno. Ethiopia tidak mengadopsi reformasi kalender Gregorian pada abad ke-16. Hal ini yang membuat mereka tetap setia pada sistem penanggalan yang lebih tua dan kini berbeda dari dunia.

Akibatnya, perayaan Tahun Baru Ethiopia atau Enkutatash, jatuh pada tanggal 11 atau 12 September menurut kalender Masehi. Ini adalah hari raya besar yang dirayakan dengan penuh sukacita dan tradisi yang kaya akan makna.

Sistem penanggalan ini bukan hanya masalah perbedaan angka, tetapi juga identitas budaya. Kalender Unik Ethiopia adalah simbol kebanggaan nasional, mencerminkan sejarah panjang dan kemandirian budaya yang kuat.

Meskipun berbeda, sistem ini tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Orang-orang Ethiopia terbiasa menggunakan kedua kalender. Mereka menggunakan kalender Masehi untuk urusan internasional dan kalender mereka sendiri untuk urusan domestik.

Perbedaan kalender ini juga memengaruhi pariwisata. Wisatawan seringkali terkejut ketika mereka mengetahui bahwa mereka tiba di Ethiopia dan menemukan tahun yang berbeda. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Kalender Unik Ethiopia ini juga mempengaruhi perayaan keagamaan. Perayaan Paskah dan Natal di Ethiopia jatuh pada tanggal yang berbeda dari negara-negara Barat. Ini menambah kekayaan tradisi Kristen Ortodoks di negara tersebut.

Pada dasarnya, perbedaan kalender ini adalah hasil dari pilihan sejarah yang berbeda. Keputusan untuk tetap menggunakan kalender kuno telah membentuk identitas bangsa. Sebuah kalender unik Ethiopia yang layak untuk dipelajari.