Istana Kadriah, sebuah bangunan megah yang berdiri kokoh di tepian Sungai Kapuas, adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Pontianak. Lebih dari sekadar bangunan tua, istana ini menyimpan jejak sejarah yang penuh misteri dan cerita masa lalu. Dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kota Pontianak, istana ini menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Melayu di Kalimantan Barat. Mengungkap misteri di balik dinding-dindingnya adalah perjalanan yang akan membawa Anda kembali ke era keemasan Kesultanan Pontianak dan memahami asal-usul kota ini.
Menurut catatan sejarah, Istana Kadriah dibangun setelah Sultan Syarif Abdurrahman menemukan lokasi yang ideal di pertemuan tiga sungai: Sungai Kapuas Kecil, Sungai Landak, dan Sungai Kapuas. Pembangunan istana ini dimulai pada hari Jumat, 23 Oktober 1771, bertepatan dengan 24 Rajab 1185 Hijriah. Pembangunan istana ini tidaklah mudah; konon, Sultan harus mengusir jin dan makhluk halus yang mendiami area tersebut dengan tembakan meriam. Kisah-kisah mistis ini menambah dimensi unik pada jejak sejarah Istana Kadriah. Meskipun sebagian besar cerita ini bersifat lisan, keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi budaya setempat.
Istana yang didominasi warna kuning khas Melayu ini memiliki arsitektur yang unik, memadukan gaya tradisional dengan sentuhan kolonial. Bangunan utama terbuat dari kayu ulin, jenis kayu yang terkenal sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya salah satu bangunan tertua di Pontianak. Di dalam istana, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah, termasuk singgasana sultan, pakaian kebesaran, perabotan antik, dan replika meriam yang digunakan untuk mengusir makhluk halus. Semua benda ini adalah saksi bisu dari kehidupan para sultan dan keluarganya. Pihak pengelola istana, yang terdiri dari keturunan kesultanan dan didukung oleh Dinas Kebudayaan setempat, telah berupaya keras untuk menjaga keaslian setiap artefak.
Selain sebagai museum, Istana Kadriah juga menjadi pusat kegiatan budaya. Setiap tahun, istana ini menjadi tuan rumah berbagai upacara adat, festival, dan acara kebudayaan yang bertujuan melestarikan warisan Melayu Pontianak. Pada perayaan Hari Jadi Kota Pontianak pada 23 Oktober 2025, Istana Kadriah akan menjadi lokasi utama perayaan, dengan serangkaian acara yang menampilkan seni dan budaya tradisional. Acara-acara ini adalah cara untuk memastikan bahwa jejak sejarah kesultanan tidak hanya diingat melalui artefak, tetapi juga melalui praktik budaya yang hidup.
Mengunjungi Istana Kadriah adalah pengalaman yang melampaui sekadar tur wisata. Ini adalah kesempatan untuk menyelami sejarah yang kaya, memahami peradaban yang membentuk Pontianak, dan merasakan atmosfer kejayaan masa lalu. Setiap sudut istana memiliki cerita, dan dengan sedikit imajinasi, Anda dapat mendengar bisikan dari masa lalu yang menceritakan kembali kisah-kisah para sultan dan rakyatnya.