Salah satu fokus utama yang kini sedang digarap secara masif adalah optimalisasi potensi besar energi matahari. Sebagai wilayah yang tepat dilewati garis khatulistiwa, Kalimantan Barat mendapatkan paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi sepanjang tahun. Kekuatan alam inilah yang kini dikonversi menjadi tenaga listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal maupun mandiri. Inovasi ini menjadi solusi paling rasional dan efisien untuk melistriki wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau oleh infrastruktur darat, namun memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penerangan.
Kehadiran teknologi ini terbukti mampu mengubah wajah desa terpencil yang dulunya gelap gulita saat malam tiba. Kini, anak-anak di pedalaman Kapuas Hulu hingga pelosok Ketapang dapat belajar dengan pencahayaan yang layak di malam hari tanpa bergantung pada lampu minyak yang berisiko. Lebih dari sekadar penerangan, keberadaan listrik dari tenaga surya ini juga mendorong tumbuhnya industri kecil rumah tangga. Mesin-mesin pengolah hasil hutan dan perikanan kini bisa beroperasi, sehingga nilai jual produk desa meningkat karena bisa diolah langsung di tempat asal sebelum dikirim ke kota.
Tahun 2026 menjadi saksi bagaimana digitalisasi mulai masuk ke wilayah paling ujung Kalimantan Barat berkat adanya pasokan energi yang stabil. Puskesmas-puskesmas di desa kini dapat menyimpan vaksin dan obat-obatan dalam lemari pendingin yang berfungsi 24 jam. Selain itu, akses internet satelit yang kini terpasang di balai desa mulai mengubah pola komunikasi dan pendidikan masyarakat. Perubahan ini adalah bukti nyata bahwa infrastruktur energi adalah kunci utama pembuka gerbang kemajuan bagi masyarakat yang selama ini merasa tertinggal dari dinamika pembangunan perkotaan.
Dukungan terhadap potensi besar energi matahari ini juga melibatkan kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga internasional melalui skema investasi hijau. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan kemudahan izin bagi perusahaan yang ingin membangun ladang panel surya di lahan-lahan yang sudah tidak produktif. Model pembangunan berkelanjutan ini tidak hanya menyediakan listrik bersih, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda desa yang dilatih menjadi teknisi pemeliharaan perangkat surya. Hal ini mengurangi arus urbanisasi karena peluang ekonomi baru mulai tercipta di desa mereka sendiri.