Berita

Danau Sentarum Unik: Habitat Ikan Arwana dan Keanekaragaman Hayati di Danau Musiman

Danau Sentarum di Kalimantan Barat adalah keajaiban alam yang unik. Danau ini dikenal sebagai danau musiman. Ia menjadi habitat penting bagi ikan arwana super red. Keanekaragaman hayatinya luar biasa. Terletak di Kapuas Hulu, danau ini menawarkan pesona alam dan ekosistem yang menakjubkan.

Keunikan Danau Sentarum terletak pada siklus airnya. Selama sekitar 10 bulan dalam setahun, danau ini terisi air penuh. Namun, saat musim kemarau tiba, airnya akan surut drastis. Ia berubah menjadi kolam-kolam kecil atau bahkan daratan. Fenomena ini menciptakan pemandangan yang selalu berubah.

Perubahan muka air danau ini membentuk ekosistem yang adaptif. Saat surut, banyak ikan terjebak di kolam-kolam. Ini menjadi “panen” bagi masyarakat lokal. Sementara saat pasang, danau ini berfungsi sebagai penampung air. Airnya mengalir ke Sungai Kapuas, sumber kehidupan masyarakat.

Danau Sentarum adalah habitat alami bagi ikan arwana super red (Scleropages formosus). Ikan ini sangat diminati sebagai ikan hias. Danau Sentarum menjadi rumah bagi spesies arwana endemik ini. Upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga kelestarian populasi arwana.

Selain arwana, danau ini juga rumah bagi ratusan spesies ikan lainnya. Ada jelawat, menyadin, belantau, dan tapah. Keanekaragaman ikan air tawar di Danau Sentarum termasuk yang terlengkap di dunia. Ini menjadikan kawasan ini surga bagi para peneliti biologi air tawar.

Keanekaragaman hayati Danau Sentarum tidak hanya terbatas pada ikan. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum juga kaya flora dan fauna. Terdapat berbagai jenis hutan, dari rawa hingga riparian. Ini menjadi rumah bagi beragam mamalia, burung, dan reptil.

Burung-burung migran, termasuk dara laut, juga singgah di sini. Mereka memanfaatkan danau ini sebagai tempat bertelur. Kehadiran berbagai spesies burung menambah pesona. Ini juga menunjukkan pentingnya danau sebagai jalur migrasi satwa.

Masyarakat lokal, khususnya suku Dayak Iban, Sebaruk, dan Punan, telah beradaptasi. Mereka hidup selaras dengan siklus danau. Mata pencarian mereka bergantung pada danau. Mulai dari nelayan saat pasang hingga pengumpul madu saat surut.