Sebuah insiden kekerasan yang mengejutkan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, ketika seorang mahasiswa pukul wanita menggunakan palu, diduga karena cintanya ditolak. Kejadian tragis ini menyoroti bahaya perilaku obsesif dan tindakan kekerasan berbasis gender yang masih kerap terjadi di masyarakat. Kasus mahasiswa pukul wanita ini kini sedang dalam penanganan serius oleh pihak kepolisian.
Insiden dugaan mahasiswa pukul wanita ini terjadi pada hari Minggu, 25 Mei 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, seorang perempuan berinisial A (23), ditemukan tergeletak dengan luka di kepala di sebuah gang sepi dekat indekosnya. Pelaku, seorang mahasiswa berinisial R (22), yang juga merupakan kenalan korban, berhasil diamankan beberapa saat setelah kejadian berkat laporan cepat dari warga sekitar.
Menurut keterangan saksi mata dan hasil penyelidikan awal kepolisian, pelaku R diketahui telah lama menaruh hati pada korban A. Namun, perasaan R tidak berbalas, dan korban telah berulang kali menolak ajakan R untuk menjalin hubungan asmara. Puncaknya, pada malam kejadian, R kembali mencoba mendekati A. Setelah kembali ditolak, R diduga gelap mata dan langsung memukul kepala korban menggunakan palu yang telah dibawanya. Tindakan brutal ini menyebabkan korban mengalami luka serius dan kehilangan kesadaran.
Tim dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga pada pukul 19.45 WIB. Korban A langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara itu, pelaku R berhasil diamankan oleh petugas di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, Kompol Yunianto, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Motif awal adalah penolakan cinta. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” tegas Kompol Yunianto pada Senin, 26 Mei 2025. Kasus mahasiswa pukul wanita ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya mengelola penolakan dengan baik dan menjauhkan diri dari kekerasan dalam bentuk apa pun.