Pengelolaan keuangan dalam organisasi publik, terutama yang berkaitan dengan sektor olahraga, merupakan aspek yang sangat krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat. Baru-baru ini, langkah berani diambil oleh otoritas olahraga di Kalimantan Barat dengan melaksanakan Audit Internal secara menyeluruh terhadap seluruh pos anggaran yang dikelola. Langkah ini diambil bukan karena adanya indikasi penyelewengan, melainkan sebagai bentuk komitmen organisasi untuk menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance. Dengan melakukan peninjauan mandiri secara berkala, organisasi dapat mendeteksi secara dini potensi ketidakefisienan dalam penggunaan anggaran pembinaan atlet.
Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah pada penggunaan Dana Hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebagaimana diketahui, dukungan finansial dari pemerintah merupakan urat nadi bagi keberlangsungan program latihan, pengiriman atlet ke luar daerah, hingga pengadaan peralatan tanding yang berstandar internasional. Melalui audit ini, setiap rupiah yang keluar harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan prestasi. Tim auditor bekerja secara independen untuk memverifikasi laporan pertanggungjawaban dari setiap pengurus cabang olahraga yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
Pihak KONI Kalbar menyadari bahwa tantangan terbesar dalam manajemen olahraga modern adalah bagaimana mengelola ekspektasi publik yang semakin tinggi. Masyarakat tidak hanya ingin melihat atlet kesayangan mereka meraih medali, tetapi juga ingin memastikan bahwa dukungan pajak yang mereka berikan dikelola dengan integritas tinggi. Oleh karena itu, hasil dari audit ini nantinya akan dirangkum dalam laporan yang akuntabel. Proses ini diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif mengenai pengelolaan dana olahraga yang selama ini dianggap kurang terbuka di mata sebagian kalangan masyarakat.
Penerapan prinsip Transparansi ini juga bertujuan untuk mempermudah proses audit eksternal yang biasanya dilakukan oleh badan pemeriksa keuangan negara. Dengan memiliki catatan internal yang rapi dan terverifikasi, organisasi dapat memberikan jawaban yang akurat terhadap setiap pertanyaan mengenai alokasi anggaran. Hal ini juga memberikan rasa aman bagi para pengurus cabang olahraga dalam menjalankan program kerjanya, karena mereka mendapatkan panduan yang jelas mengenai standar pelaporan keuangan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pendidikan mengenai literasi keuangan bagi para pelatih dan manajer tim juga menjadi agenda tambahan dalam rangkaian kegiatan audit ini.